in

10 Fakta Boku no Hero Academia Yang Wajib Kamu Tahu

fakta-boku-no-hero-academia

Boku no Hero Academia adalah salah satu anime yang cukup populer di Indonesia, tetapi bahkan penggemar yang paling fanatik pun belum tentu tahu segalanya tentang anime yang juga disebut My Hero Academia ini.

Salah satu contohnya adalah, apakah kamu tahu kalau karakter Katsuki Bakugo pada awalnya seharusnya menjadi orang yang baik dan sabar? Atau tahukah kamu jika sang penulis awalnya membuat karakter Tsuyu Asui and Toru Hagakure sebagai laki-laki?

Selama puluhan tahun, Boku no Hero Academia telah menjadi salah satu judul yang populer di industri anime. Kisah Midoriya Izuku yang ingin tumbuh dan menjadi superhero mungkin terdengar sederhana. Namun setiap musim, serial ini membawa aksi dan alur ceritanya ke level yang berbeda. Anime ini memberi gambaran yang brilian dari berbagai macam karakter, serta kedalaman emosional yang menarik perasaan para penggemar.

Mari kita simak fakta-fakta menarik Boku no Hero Academia berikut ini.

1. Tsuyu & Hakagure Awalnya Menjadi Karakter Laki-laki

fakta-tsuyu-hagakure

Pada awal pengerjaan, sang penulis Horikoshi membayangkan karakter Tsuyu dan Hakagure sebagai anak laki-laki. Namun ketika dia melihat daftar kelas 1-A yang sangat tidak seimbang. Dimana hanya terdapat 4 anak perempuan, dan 16 anak laki-laki.

Untuk membuat jumlah yang seimbang di kelas 1-A, penulis Horikoshi memutuskan untuk mengubah jenis kelamin Tsuyu dan Hagakure, yang sekarang dicintai oleh banyak orang dan memiliki basis penggemar yang sangat besar.

2. Karakter “Asli” Bakugo sebenarnya Lembut dan Baik Hati

fakta-bakugo

Kita mengenal Bakugo dengan sifat temperamennya, arogansinya, dan kecenderungannya untuk bersikap kasar sampai ke titik yang sangat kejam. Namun ternyata konsepsi asli Horikoshi tentang Bakugo benar-benar berbeda.

Bakugo pada awalnya digambarkan sebagai pria yang baik dan bahkan penyayang. Namun Horikoshi akhirnya memutuskan bahwa versi lembut dari pahlawan muda itu akan terlihat membosankan dan memilih untuk membuatnya menjadi karakter yang menjengkelkan.

3. Karakter Bubble & Centipeder Ternyata Didesain oleh Fans

Bubble-Centipeder

Ya, karakter Bubble & Centipede, yang berperan sebagai asisten Sir Nighteye di anime ini awalnya tidak dirancang oleh Horikoshi sendiri.

Sebelumnya diadakan kontes untuk para penggemar di Jepang di mana muncul 2 pemenang yaitu Chiita Abara dan Tetsuya Oohara yang mendapat kesempatan untuk mendesain karakter-karakter untuk Boku no Hero Academia.

China Abara awalnya merancang Bubble untuk menjadi siswa berusia 16 tahun di U.A, tetapi untuk membuatnya menjadi pahlawan pro, tim anime membuat karakternya sedikit menua. Sedangkan pemenang lainnya, Tetsuya Oohara, mendesain karakter Centipeder.

4. Present Mic awalnya Seorang Pria Botak Yang Sudah Tua

fakta-Present Mic

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa headphone Present Mic mengucapkan kata ‘hage?’ Hage berarti botak dalam bahasa Jepang, dan sementara rambut Mic mungkin terlihat seperti wig, beberapa foto dirinya di manga dengan rambut tergerai justru membuktikan sebaliknya. Karena desain karakter asli Mic adalah pria botak tua yang gemuk.

Horikoshi memutuskan untuk menentang gagasan itu dengan alasan bahwa itu akan terlihat membosankan. Sebaliknya, ia terinspirasi dengan DJ radio yang sebenarnya bernama Hisashi Yamada, dan memberinya kepribadian yang berbeda.

5. Ochaco Uraraka seharusnya menjadi The Mount Lady

Ochaco-Uraraka characters

Uraraka, karakter yang dikenal sebagai gadis yang sangat ceria dan periang dengan kekhasan Gravitasi Nol, awalnya diplot sebagai The Mount Lady. Karakter bergelembung yang dapat mengontrol dan membalikkan efek gravitasi hanya dengan menyentuh objek apa pun awalnya bernama Yu Takeyama dengan kekhasan yang dapat membuatnya tumbuh besar.

Meskipun pada akhirnya ide itu dibatalkan pada saat itu, namun diangkat kembali untuk digunakan kepada pahlawan super Mt. Lady yang sedikit lebih tua dari Uraraka.

6. Setiap Nama Karakter Ternyata memiliki Makna Khusus

nama-karakter-boku-no-hero

Horikoshi memastikan bahwa semua karakter anime memiliki nama dengan makna yang khusus. Semua nama ini sering didasarkan pada permainan di Jepang. Contohnya

  • Bakugo berasal dari kata “Baku” yang berarti “Bom” sedangkan “go” berarti “kekuatan”, yang dengan tepat menggambarkan karakternya
  • Ochako Uraraka, gadis yang sangat ceria. Nama Uraraka dalam bahasa Jepang berarti “Hari yang Baik”.
  • Denki Kaminari, karakternya memiliki quirk elektrik. Dalam bahasa Jepang, “Denki” ‘berarti listrik, dan Kaminari berarti “Guntur.”
  • dan banyak lagi

7. Terdapat 2 Karakter Transgender

Serial Boku no Hero Academia memang memiliki dua karakter transgender. Yang pertama adalah Wild Wild Pussycat’s Tora, trans tapi ditetapkan sebagai Female at Birth. Dalam profil manga Tora, Horikoshi telah menulis bahwa karakter tersebut pergi ke Thailand untuk menjalani operasi konfirmasi jenis kelamin.

Lalu ada karakter trans lainnya yaitu The League Of Villain’s Magne. Meskipun dia tidak berperilaku dengan cara yang sangat feminin, serial ini dengan jelas menyatakan dia sebagai seorang wanita dan sering disebut ‘Magne-nee’ atau ‘Big Sis Magne’ oleh anggota liga lainnya.

8. Karakter “All Might” terinspirasi dari Son Go Ku

fakta-all-might

Serial Dragon Ball karya Akira Toriyama selalu menjadi inspirasi bagi banyak anime. Sang penulis, Kohei Horikoshi, biasa berlatih menggambar banyak karakter anime, dan karakter Dragon Ball adalah salah satu favoritnya.

Dan memang ide awalnya adalah membuat sosok All Might berdasarkan tokoh Goku karena keduanya sama-sama memiliki karakter yang kuat dan ambisius.

9. Kaki Palsu Ectoplasm

fakta-ectoplasm

Ectoplasm, yang samakin tenar pada pertarungan Ujian Akhir yang epik melawan Tsuyu dan Tokoyami, adalah sosok karakter yang telah melalui cedera parah yang dapat mengancam jiwanya.

Ia kehilangan kakinya saat melawan penjahat besar yang jahat. Tapi tetap saja, dia tidak berhenti di situ untuk melanjutkan tugas heroiknya. Bahkan setelah kejadian tersebut, Ectoplasm menggunakan kaki palsu untuk rutinitas hariannya dan tidak menggunakannya saat bertarung sebagai pahlawan.

10. Sang Penulis, Horikoshi, Memiliki Awal Perjuangan yang Berat

fakta-horikoshi

Jauh sebelum My Hero Academia menjadi sukses seperti sekarang, Horikoshi berjuang bahkan setelah ia memenangkan kontes Shonen Jump untuk satu pukulan “Tenko.”

Horikoshi berjuang dengan mengeluarkan karya-karya seperti Kebun Binatang Oumagadoki dan Barrage yang akhirnya justru dibatalkan, dan membuat penulis mengalami depresi selama beberapa waktu dalam hidupnya.

Kemudian, Horikoshi akhirnya memutuskan untuk menulis tentang hal-hal yang membuatnya bahagia, terutama ketika dia menciptakan one-shot, yang segera melahirkan seri “My Hero Academia” yang sangat dikenal sekarang.

Written by Sisca Barus

A Geek & Sci-fi lover!

game-doodle-populer

9 Game Google Doodle Terpopuler 2021

10-manga-akiratoriyama

4 Manga Terbaik Akira Toriyama Selain Dragon Ball