November 28, 2022

Kasus sepasang kekasih tega buang bayinya terjadi di Kota Batu, Jawa Timur. Motif keduanya lantaran takut ketahuan orangtua mereka memiliki anak hasil perzinahan alias tanpa ikatan pernikahan. Kini, si pria sudah berhasil diamankan polisi, sementara si perempuan masih menjalani perawatan pascamelahirkan.

Kasus ini diketahui bermula saat sosok bayi laki laki ditemukan warga Lingkungan Songgoriti, Minggu (29/5/2022). Bayi laki laki yang dibuang dibungkus dengan plastik. Ia ditaruh di bawah pohon pinggir jalan. Bayi yang diperkirakan baru saja lahir tersebut ditemukan dalam keadaan hidup dan menangis oleh anak anak yang tengah berlatih sepeda.

Galih Raka, warga yang menemukan bayi tersebut menceritakan, ia dilapori anak anak yang mengaku mendengar tangisan bayi. Saat itu, Galih sedang mengantar anaknya berlatih. "Anak saya dan teman temannya melapor ada tangisan bayi," ungkapnya.

Mengetahui hal tersebut, Galih segera mendatangi lokasi kejadian dan mengecek keadaan sekitar. Kemudian saat melihat kantong plastik yang mencurigakan, ia segera mengecek dan ternyata terdapat bayi yang sudah membiru. Ia segera melaporkan peristiwa itu kepada warga lainnya. Bayi langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Hasta Brata.

Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Yusi Purwanto mengatakan, motifnya adanya rasa takut dan kebingungan setelah bayi laki laki itu lahir. Yussi mengatakan mendengar keterangan itu setelah pihaknya mengamankan dan memintai keterangan kepada kedua orangtua. "Mereka membuang bayi tersebut karena takut ketahuan orang tuanya, sebab keduanya belum menikah dan kurang mampu," ujarnya, Senin (30/5/2022).

Saat ini ibu bayi tengah menjalani perawatan pasca melahirkan. Ketika diamankan di salah satu villa di daerah Songgoriti kondisinya masih belum sehat. "Jadi bayi itu dilahirkan di sebuah villa setempat, setelah lahir keduanya bingung akhirnya dibuang. Untuk kondisi bayi sudah sehat, kemarin drop karena kedinginan." "Ibunya juga begitu sedang menjalani perawatan, kalau ayah bayi sekarang tengah kita amankan untuk menjalani proses hukum," tegasnya.

Meski begitu dalam perkara ini Satreskrim Polres Batu bakal mengedepankan penyelesaian kasus melalui Restorative Justice, tapi akan ada asesmen terlebih dahulu. "Bila ada hasil dari asesmen kita juga akan pertemukan pasangan tersebut dengan didampingi orang tuanya. Semua itu demi menegakkan nilai kemanusian serta memberikan kepastian siapa nanti yang merawat bayi itu. Kan, lebih baik dirawat orang tuanya," imbuh dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *