November 28, 2022

Kasus positif Covid 19 Indonesia kembali mengalami penurunan pada hari ini, Senin (11/7/2022). Berdasarkan Data Satgas Covid 19, kasus positif Covid 19 hari ini ada sebanyak 1.681 kasus. Jumlah kasus tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kasus pada Minggu (10/7/2022) kemarin, sebanyak 2.576 kasus.

Dengan adanya penambahan sebanyak 1.681 kasus hari ini, maka total kasus Covid 19 Indonesia kini mencapai 6.112.986 kasus. Untuk data kesembuhan Covid 19, hari ini mengalami peningkatan sebanyak 1.866 orang. Hal tersebut menjadikan total kasus sembuh dari Covid 19 sebanyak 5.935.845 orang.

Namun, hingga hari ini masih terdapat orang yang meninggal dunia akibat Covid 19, sebanyak 7 orang. Sehingga total orang yang meninggal dunia karena Covid 19 kini menjadi 156.798 orang. Diwartakan , Pakar Epidemiologi Griffith University, Dicky Budiman, menyebut jangan memandang enteng virus corona atau Covid 19 sub varian BA.4 dan BA.5

Menurut dia munculnya varian Covid 19 menunjukkan tiga indikator. Pertama, kemampuan menginfeksi dan menular, kedua, dari kemampuan menurunkan efikasi antibodi, entah itu antibodi yang didapatkan dari vaksinasi atau terinfeksi, dan ketiga, dilihat dari potensi keparahan. Varian BA.4 dan BA.5 menginfeksi dan menurunkan efikasi antibodi dari varian sebelumnya.

Apa lagi saat ini membangun imunitas dengan vaksin ketiga masih dalam proses. Artinya risiko terdampak dari infeksi virus ini pasti ada, terutama pada sekelompok masyarakat yang berisiko. Saat ini Indonesia berada di tengah terbatasnya testing dan tracing.

Kasus yang ada saat ini menurut Dicky seperti fenomena gunung es. "Kasus yang ada saat ini terdeteksi itu puncak gunung es, itu hanya sebagian. Dan itu sudah terbukti di dua tahun pertama pandemi kita, angka kematian dilaporkan pemerintah 7 kali lebih rendah dari estimasi WHO," katanya. Hal ini menegaskan jika angka kematian yang terjadi di masyarakat jauh lebih tinggi, terutama pada angka infeksi.

Sekali lagi, Dicky menegaskan jika situasi ini tidak bisa dianggap remeh. "Karena di dalam setiap gelombang apa pun variannya bisa menimbulkan korban. Korban kematian ada, walau saat ini dengan modal imunitas vaksinasi menjadi menurun," kata Dicky. Di sisi lain Dicky juga mengungkapkan jika pemerintah Indonesia tidak bisa membandingkan data yang dimiliki dengan beberapa negara.

"Kita tidak bisa membandingkan data kita dengan negara maju. Kasus kematian di kita banyak tidak terdeteksi. Sedangkan pada negara maju tidak ada satu kasus tidak terdeteksi," kata Dicky lagi. Mayoritas kematian di beberapa negara perlu melalui penyelidikan sebelum akan dimakamkan. Selain itu, Dicky juga menegaskan jika yang harus dicegah bukan angka kematian saja.

Tapi orang yang sakit dan pasien masuk rumah sakit, terutama saat ini yang paling banyak terinfeksi masuk dalam kategori tidak bergejala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *