September 25, 2022

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa agen FBI telah menggerebek tanah miliknya di Mar a Lago pada Senin lalu. Tidak hanya itu, Donald Trump juga menyebut FBI telah membobol brankasnya dalam apa yang disebut sebagai bagian dari penyelidikan atas penghapusan catatan resmi Trump dari Gedung Putih ke resor Florida nya. Dikutip dari laman Reuters, Rabu (10/8/2022), pencarian di rumah mantan presiden yang belum pernah terjadi sebelumnya ini akan menandai eskalasi signifikan dalam penyelidikan catatannya.

Ini merupakan salah satu dari beberapa penyelidikan yang dihadapi Donald Trump dari masa jabatannya dan dalam bisnis swasta yang ia geluti. Departemen Kehakiman AS pun enggan menanggapi pencarian yang disebut Trump sebagai penggerebekan yang melibatkan 'sekelompok besar agen FBI' itu. Markas besar FBI di Washington dan kantor lapangannya di Miami pun menolak untuk berkomentar.

Salah satu anak Trump, Eric Trump mengatakan bahwa pencarian tersebut berkaitan dengan kotak kotak dokumen yang dibawa Trump dari Gedung Putih. Ayahnya pun, kata dia, telah bekerja sama dengan Arsip Nasional selama berbulan bulan terkait masalah ini. Sebuah sumber yang mengetahui masalah ini juga mengkonfirmasi bahwa serangan itu tampaknya terkait dengan penghapusan catatan rahasia Trump dari Gedung Putih.

Trump menegaskan bahwa rumahnya 'saat ini dikepung, digerebek, dan diduduki'. Namun ia tidak mengatakan mengapa penggerebekan itu bisa terjadi. "Setelah bekerja sama dengan instansi pemerintah terkait, penggerebekan mendadak di rumah saya ini saya kira tidak perlu atau bisa dibilang tidak pantas. Mereka (FBI) bahkan membobol brankas saya," kata Trump.

Trump, yang telah menjadikan klubnya di Palm Beach sebagai rumah tinggal sejak meninggalkan Gedung Putih pada Januari 2021, biasanya menghabiskan musim panas di klub golfnya di Bedminster, New Jersey. Hal itu karena Mar a Lago di Florida biasanya tutup selama musim panas. Undang undang (UU) federal yang disebut sebagai Undang Undang Catatan Kepresidenan AS mensyaratkan pelestarian memo, surat, catatan, email, faks, dan komunikasi tertulis lainnya yang terkait dengan tugas resmi presiden.

Setiap penggeledahan di kediaman pribadi harus disetujui oleh hakim, setelah badan penegak hukum yang menyelidiki menunjukkan kemungkinan penyebab bahwa penggeledahan itu memang dibenarkan. Itu hampir pasti juga akan disetujui oleh Direktur FBI Christopher Wray dan Jaksa Agung Merrick Garland yang ditunjuk oleh penerus Trump sekaligus saingan politiknya yakni Presiden AS saat ini, Joe Biden. Sedangkan pendukung Biden telah mengkritik Garland karena terlalu berhati hati dalam menyelidiki Trump atas upayanya untuk membatalkan kekalahannya dalam pemilihan 2020 dari Biden.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa Biden tidak diberi pemberitahuan terlebih dahulu tentang pencarian ini dan mengajukan pertanyaan ke Departemen Kehakiman. "Jangan salah, Jaksa Agung harus mengizinkan ini," kata mantan Jaksa Federal AS yang mengkhususkan diri dalam kasus korupsi publik, Phillip Halpern. Ia menambahkan bahwa Wray dan sejumlah jaksa juga akan terlibat.

Di sisi lain, pendukung Trump menuduh Partai Demokrat mempersenjatai birokrasi federal untuk menargetkan Trump, bahkan saat Biden berusaha menjauhkan diri dari Departemen Kehakiman. Sumber:https:

Leave a Reply

Your email address will not be published.