in

Rekomendasi Film: Ready Player One, The Post & Red Sparrow

Kali ini kami ingin membagikan beberapa rekomendasi film keren yang memiliki tema dan genre yang berbeda. Mulai dari sci-fi, political drama hingga thriller. Semuanya menyuguhkan cerita dan akting yang sangat berkualitas, dua dari film di bawah ini disutradarai oleh Steven Spielberg. Yuk, simak ulasan rekomendasi filmnya.

1. Ready Player One (2018)

rekomendasi-Ready-Player-One

Banyak orang meramalkan jika beberapa tahun ke depan dunia akan mengalami banyak perubahan. Bahkan, tak sedikit yang mengungkapkan jika pada 2045, dunia menjadi tempat mengerikan. Perwujudan itu pun akhirnya digambarkan sebagai latar salah satu film yang banyak dinanti para geek, yaitu Ready Player One.

Wade Watts (Tye Sheridan) yang hidup di masa depan itu pun merasa tak ada hal lain yang bias ia lakukan, hingga akhirnya menemukan OASIS. Dunia virtual tersebut menjadi lahan bermain sebagian besar umat manusia pada 2045 guna menghabiskan waktu mereka.

Di dalam OASIS, mereka bisa pergi ke mana saja, melakukan apapun sesuai dengan imajinasi yang dibayangkan. OASIS sendiri diciptakan oleh James Halliday (Mark Rylance) yang sudah meninggal dunia. Menariknya ia meninggalkan banyak petunjuk, yang di kemudian hari dijadikan sayembara. Barang siapa yang mampu mengikuti petunjuk tersebut, maka ia berhak memiliki seluruh harta kekayaan Halliday.

Watts yang di dunia nyata berusia 18 tahun pun tampak begitu bersemangat mengikuti sayembara tersebut. Baginya bertualang di OASIS lebih menyenangkan dibandingkan hidup di dunia tempatnya tinggal, yang cenderung kumuh dan sarat permasalahan. Di dalam OASIS Watts menjadi Parzival, seorang gunter yang ingin menyelesaikan permainan yang dibikin Halliday. Nah, sayembara ini sendiri memburu Telur Paskah, di mana pemenangnya berhak menjadi pemilik OASIS.

Kerennya, karakter dalam Ready Player One ini sangat kaya. Banyak sekali Easter Egg yang menimbulkan keseruan tersendiri bagi para geek. Sebut saja The Shining, Back to The Future, The Iron Giant, semua karakter dalam film-film tersebut hadir dalam Ready Player One.

Sekalipun Ready Player One bukanlah film terbaik Steven Spielberg, tetapi visual yang ditampilkan cukup memuaskan pemuja game, animasi dan cerita fantasi lainnya. Di sisi lain, film ini juga menjadi sindiran bagi orang-orang zaman sekarang. Khususnya, mereka yang selalu sibuk dengan dunia maya, tetapi nyaris lupa dunia nyata. Namun, sekali lagi, bagi para geek, justru seperti itulah cara menikmati hidup yang istimewa.

2. The Post (2017)

rekomendasi-the-post

Siapa yang tak mengenal The Washington Post. Meski media massa lokal Amerika Serikat, namanya sudah cukup dikenal masyarakat dunia. Apalagi berita-berita yang diangkat koran ini kerap faktual. Tak sedikit informasi pemerintah yang kerap dianggap rahasia, berhasil dibongkar lewat investigasi mendalam.

Namun, di balik kedigdayaannya sebagai salah satu media massa tersohor di dunia, ada cerita menarik tentang jurnalis sekaligus para pemimpinnya. Diangkat dari kisah nyata, The Post menyajikan kepemimpinan Katharine Graham (Meryl Streep) sebagai perempuan pertama yang memimpin harian The Washington Post.

Disutradarai oleh Steven Spielberg, cerita awal The Post bermula dari perang antara Vietnam dan Amerika Serikat pada 1966. Pada pertempuran tersebut, analis militer independen Daniel ‘Dan’ Ellsberg (Mastthew Rhys) turut terjun ke medan perang. Ia melihat langsung banyaknya korban dari pihak Amerika Serikat berjatuhan.

Dan selamat dan berhasil melaporkan kesaksiannya dengan mencengangkan. Hanya Robert McNamara (Bruce Greenwood) selaku sekretaris pertahanan Amerika Serikat, menyampaikan hal berbeda pada awak media. Pendek kata, McNamara membohongi publik Amerika Serikat.

Mengetahui hal itu, Dan geram. Ia pun nekat memindai riset McNamara berjudul “Hubungan Amerika Serikat-Vietnam 1945-1966”. Dokumen yang kemudian diberi nama Pentagon Paper tersebut bocor, dan sebagian datanya dipindai dalam halaman depan The New York Times. Koran kondang New York tersebut memaparkan jika selama empat pemerintahan berlalu, masyarakat Amerika Serikat telah dibohongi tentang kebenaran perang Vietnam. Dampak berita tersebut, unjuk rasa mulai terjadi di mana-mana. The New York Times bahkan dituntut Pentagon karena dianggap membocorkan rahasia Negara.

Cerita kemudian berpindah ke Katherine ‘Kay’ Graham. Pemimpin The Washington Post tersebut terpaksa menjual saham ke publik, karena kondisi perekonomian yang sulit, juga gejolak politik yang tak redam. Kay merupakan teman dekat McNamara. Di satu sisi, pemimpin redaksi The Washington Post, Ben Bradlee (Tom Hanks), ingin mengungkapkan kebenaran yang mendera sahabat atasannya.

Melalui wartawan handal Ben Bagdikian (Bob Odenkirk), The Post, nama lain The Washington Post, berhasil mendapatkan salinan lengkap Pentagon Papers. Hal itu lantas mendorong Kay untuk mengambil keputusan sulit. Lantas, mampukah Kay melakukannya?

Seiring dengan perjalanannya, Kay yang semula ragu, perlahan menjadi sosok yang tegas, teguh, juga jujur di akhir cerita. Hal itu pun ia lakukan untuk memperbaiki nasib The Washington Post di masa depan. Film ini sendiri memberikan makna penting, khususnya akan kebenaran jika semestinya kebebasan pers semata diorientasikan untuk melayani rakyat, bukan pemerintah.

3. Red Sparrow (2018)

rekomendasi-red-sparrow

Menjadi ballerina, boleh dibilang menjadi impian kebanyakan anak perempuan. Hal itu pun bakal teramat spesial, mimpi tersebut berubah menjadi kenyataan. Setidaknya pancaran kegembiraan tersebut tampak pada Dominika Egorova (Jennifer Lawrence). Ia bahkan mampu menarik di Bolshoi, sebuah teater terkenal di Rusia, hingga membuat Dominika mampu membiayai pengobatan ibunya. Dari upahnya sebagai ballerina Dominika sanggup membeli apartemen.

Naas, karir manis Dominika terhenti, saat ia kecelakaan dalam sebuah pertunjukan. Akibat tragedi tersebut, Dominika tak bisa lagi menari balet. Ia mulai bingung memikirkan biaya pengobatan ibunya, juga apartemen yang juga akan turut disita.

Melihat penderitaan yang dialami Dominika, pamannya yang diperankan Matthias Schoenaerts, meminta Dominika menjadi sparrow atau agen mata-mata untuk pemerintah Rusia. Namun, Dominika perlu mengikuti sekolah khusus sparrow. Tak ada pilihan lain yang bisa diambil Dominika, lantaran pamannya telah membantu membiayai pengobatan ibunya, juga menawarkan tempat tinggal.

Di luar dugaan, sparrow ternyata bukan agen mata-mata biasa. Selain kecerdasan, sparrow juga perlu menaklukkan lawan jenisnya dengan keseksian tubuh dan kecantikan wajah. Terlebih bagi Rusia, tubuh sparrow adalah milik pemerintah, jadi mau tak mau sparrow perlu mengikuti perintah tanpa terkecuali.

Aksi Dominika sebagai sparrow pun dimulai dengan mengungkap jati diri Marble, seseorang yang diduga penyusup di Rusia. Adegan pun berlanjut dengan plot twist tak terduga. Sutradara Francis Lawrence, yang juga menyutradarai trilogy Hunger Games, menyematkan banyak adegan sadis juga kekerasan seksual. Sekalipun film berkisah tentang Rusia dan segala aktivitas intelejennya, tetapi pemeran utama, yaitu JLaw justru tak terlihat sepenuhnya sebagai orang Rusia.

Meski begitu, peraih Best Actress Academy Awards untuk perannya dalam film Silver Linings Playbook tersebut mampu memerankan sosok Dominika Egorova dengan sangat baik. Bahkan, jika dibandingkan dengan karakter utama dalam novel yang juga berjudul sama dengan filmnya, Red Sparrow, JLaw sanggup memenuhi ekspektasi penikmat film thriller. Sebab, tidaklah mudah memainkan dua karakter berseberangan dalam satu film. Namun, sekali lagi Jennifer Lawrence mampu mengeksekusi karakternya dari ballerina anggun menjadi mata-mata Rusia paling disegani.

Written by Sisca Barus

A Geek & Sci-fi lover!

permainan-board-game

10 Permainan Board Game Seru Terpopuler

review-Daun-di-Atas-Bantal

Daun di Atas Bantal (1998): Film Jadul Indonesia yang Mendunia